SMPK SANG TIMUR PASURUAN

SMPK SANG TIMUR PASURUAN

Kasih - Peduli - Cerdas - Transformatif
Terakreditasi
BERITA

SIAP ADIWIYATA MANDIRI

05/Sep/2020

Program menumbuhkan rasa gemar membaca memang sudah berlangsung lama. Namun sayang sekali membaca sudah mulai redup seiring dengan perkembangan dan pengaruh teknologi internet tidak dapat dikesampingkan. Anak lebih sering memainkan game online, bermedia sosial daripada menggunakan teknologi internet ini untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membaca atau belajar. Untuk meningkatkan kegemaran anak atau siswa dalam membaca, budaya membaca  perlu ditumbuhkan sejak dini di lingkungan keluarga. Namun upaya tersebut perlu dilanjutkan lebih intensif lagi ketika anak memasuki lembaga sekolah. Sehingga upaya pengembangan budaya membaca berlangsung secara berkesinambungan.

Membaca sudah menjadi budaya di SMPK Sang Timur Pasuruan. Sebelum memulai pelajaran 15 menit selalu diawali dengan  literasi. Selain diperpustakaan sarana lain untuk menunjang gerakan literasi dengan menyediakan pojok baca. Pojok baca  bisa juga disebut perpustakaan kelas, karena dikelola oleh siswa-siswi di kelas dengan dibantu oleh wali kelas. Pojok baca juga bisa ditemukan di depan ruang TU.



Tahap pertama, kami membuat lubang resapan biopori yang bertempatkan di kebun belakang sekolah. Jalannya proses ini kami dibimbing oleh 3 pembina pramuka yaitu Kak Rose, Kak Titin, dan Kak Silfa. Kami membagi tugas, ada yang mengisi botol aqua yang sudah dilubangi sebanyak 30 lubang di tiga sisinya dengan daun-daun kering yang ada di kebun sekolah, dengan itu pengisian daun berjalan baik. Sisa dari seluruh siswa bekerja melubangi tanah tempat peletakkan biopori. Pembuatan lubang ini tentunya disesuaikan dengan ukuran botol yang tersedia. Kemudian para siswa mulai bekerja memasuki tahap akhir yaitu memasukkan botol aqua ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Kemudian kami meratakan tanah dengan menyesuaikan tinggi biopori yang sudah dibuat hingga rata dan terlihat rapi. 
Selanjutnya kami mengambil langkah untuk memperbarui biopori yang terdapat di depan SMPK Sang Timur dengan cara yang sama namun menggunakan pipa paralon. Setelah itu kami membuat biopori di lapangan sekolah dengan bahan dan cara yang sama seperti pembuatan sebelumnya. Nah, begitulah usaha SMPK Sang Timur untuk mempersiapkan  adiwiyata mandiri.
ADIWIYATA MANIDRI SANG TIMUR è PASTI BISA.

 kembali